Peninjauan Mata Air Fotuno Sangia Menjadi Titik Terang Solusi Kekeringan Pertanian Muna Barat

Atasi Kekeringan Pertanian, Pemkab Muna Barat Tinjau Mata Air Fotuno Sangia
MUNA BARAT, SULAWESI TENGGARA – Perjuangan petani di Kasimpa Jaya dan Barakah untuk mengatasi kekeringan jangka panjang kini membuahkan hasil manis.
Langkah peninjauan langsung ke sumber Mata Air Fotuno Sangia di Desa Sangia Tiworo, Kecamatan Tiworo Selatan, menjadi tonggak awal pembangunan bendung dan jaringan irigasi modern.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat penting, meliputi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Muhammad Harliansyah, beserta tim teknis yang turun ke lapangan untuk memastikan kelayakan potensi air tersebut.
Kabar baik pun disampaikan oleh pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari yang siap menganggarkan tahap perencanaan pada tahun 2027 mendatang.
Langkah awal ini akan mencakup kajian teknis komprehensif, penyelarasan tata ruang, serta prosedur administratif pendukung sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan fisik pada tahun-tahun berikutnya.
Sembari menunggu proyek jangka panjang ini terealisasi, pemerintah setempat menjamin penanganan kekeringan saat ini tetap berjalan melalui kolaborasi pompa air bersama kelompok tani yang disokong bantuan bahan bakar pemerintah.
Upaya strategis ini tidak hanya dirancang untuk menyelesaikan krisis air sesaat, melainkan diproyeksikan sebagai fondasi ketahanan pangan dan peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Muna Barat.
Dengan terjaminnya pasokan irigasi, kawasan sekitar diharapkan mampu berkembang pesat dan memberikan dampak kesejahteraan yang lebih luas bagi masyarakat Muna dan Muna Barat secara berkelanjutan.
